Coba Pecahkan Rekor Muri Penganyam Pandan Terbanyak

Coba Pecahkan Rekor Muri Penganyam Pandan Terbanyak

KEBUMEN (The Independent News) – Sebanyak 2012 perajin anyaman pandan dari wilayah kecamatan Karanganyar, Karanggayam, Gombong, Sempor dimobilisasi untuk mempersiapkan pemecahan Rekor Muri penganyam pandan terbanyak pada 14 April mendatang. Pemecahan Rekor Muri yang rencananya dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM itu berlangsung di Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen. “Persiapan sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Terutama memobilisasi penganyam pandan untuk menghadapi even tersebut,” kata Ketua Klaster Anyaman Pandan Kabupaten Kebumen, Sarno kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurutnya, pemecahan Rekor Muri yang melibatkan ribuan penganyam pandan itu membutuhkan dana tidak sedikit. Karena itu, pihaknya telah mengajukan proposal ke Bupati H Buyar Winarso SE. Dan, Pemkab Kebumen menyatakan ketersediaannya untuk membantu pelaksanaan kegiatan tersebut. “Klaster mengharapkan respons dari dinas terkait agar alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut segera diturunkan,” kata Sarno.

Saat ini pihaknya sudah mulai mendata perajin anyaman pandan. Di Kebumen terdapat 10 ribu perajin. Di Kebumen terdapat 10 ribu perajin. Data dari Dekranasda Kabupaten Kebumen hanya 7 ribu perajin anyaman pandan. Masing-masing perajin tersebut sanggup membuat anyaman pandan. Mereka setiap harinya beraktivitas membuat complong (anyaman pandan berbentuk silinder) dengan ukuran 40 cm x 50 cm.

Complong merupakan bahan jadi, tetapi setengah jadi untuk membuat produk, seperti tas, topi, boks file, tempat CD, serta bungkus jaket. Kerajinan anyaman pandan di Kebumen tersebut berkualitas ekspor. Negara yang dituju antara lain Jepang, Eropa, dan Australia. Selain dijual dalam bentuk complong, juga tidak sedikit yang dijual dalam bentuk produk.

Aneka produk anyaman pandan itu dikelola oleh pengusaha H Yahya Mustoga, Kelurahan Selang, Kebumen dan Slamet Riyanto, warga Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar. Masing-masing sudah memiliki omzet hingga Miliaran rupiah.

Tokoh Penganyam

Menurut Sarno, anyaman pandan merupakan produk ramah lingkungan. Complong untuk ukuran 40 cm x 50 cm dari perajin seharga Rp 2.500,-. Harga jual berkisar Rp 3.000, Setiap hari perajin sanggup membuat 3 complong. Untuk pemecahan Rekor Muri, masing-masing peserta membuat 1 complong dengan waktu sekitar 1 jam. Di sela-sela pemecahan Rekor Muri itu juga digelar pameran kerajinan anyaman pandan di alun-alun Kebumen sejak 13 hingga 15 April.

Sarno menambahkan, kerajinan anyaman pandan di Kebumen memiliki potensi yang bagus. Selama ini banyak order. Namun terkendala pada bahan baku yang mengalami kekurangan. Terlebih setelah musim kemarau banyak tanaman pandan mati. “Padahal, permintaannya sungguh luar biasa,” katanya.

Pihaknya berharap agar Pemkab hingga pemerintah pusat mendorong pengembangan kerajinan tersebut. Sarno mengusulkan dijual lewat satu pintu. Pemerintah juga diminta membeli bahan baku complong, untuk mengantisipasi stabilitas harga. Pasalnya, jika order, harga complong menurun, Sementara barang di pengepul menumpuk.

Perajin anyaman pandan yang beraktivitas setiap hari pun kesulitan memasarkan kerajinannya.”Agar bisa bekerjasama dengan pemerintah, kami juga meminta lokasi anggaran untuk pengelola klaster. Dan, perajin sanggup dikenakan retribusi untuk pemasukan daerah,” jelas Sarno.

Dalam pemecahan Rekor Muri itu, Sarno juga berencana mendatangkan tokoh perintis anyaman pandan, Jumamah (80), warga Desa Grenggeng. Anggota DPRD Kebumen Taufik Hamzah yang ditemui secara terpisah mendukung kegiatan tersebut. “Ini sekaligus mengenalkan kerajinan anyaman pandan Kebumen, meskipun selama ini sudah dipasarkan hingga luar negeri,” tandasnya. (K5-84/Suaramerdeka)

SUMBER: http://www.beritakebumen.info/

Minta saran dan komentarnya dong....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s