DESA LOGANDU KARANGGAYAM KEBUMEN

Gambar

LOGANDU merupakan desa yang terletak di sebelah timur laut wilayah Kecamatan Karanggayam yang terdiri dari 19 desa. Secara geografis, Logandu berada di sepanjang sungai Gebang yang mengalir ke arah sungai Sadang. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Kalibening, di selatan berbatasan dengan desa Peniron dan Watulawang. Desa Clapar dan Desa Kebakalan mengapit Desa Logandu di sebelah Barat dan Timur. Sungai Kali Gebang yang sudah mulai mengalami pendangkalan bilamana hujan deras panjang menyebabkan meluber di Dusun Jambe Kerep. Sungai ini bersumber dari sungai kecil di wilayah Pingit Desa Kalirejo dan mengalir sampai Sungai Lukulo. Jarak tempuh ke kota kabupaten cukup jauh, yakni sekitar 30 km. Sedangkan jarak ke kota kecamatan kurang lebih 10 km.

Jalan Raya Logandu,sejak akhir 2007 jalan raya Logandu sudah berasapal dan mulus....

Jalan Raya Logandu,sejak akhir 2007 jalan raya Logandu sudah berasapal dan tak berlobang lagi….

Sudah ada angkutan pedesaan yang melewati desa ini, meskipun saat ini kondisi jalannya sangat jelek. Hal ini secara tak langsung menyebabkan akses transportasi masyarakat terganggu Sangat jauh perbedaannya dengan jalur jalan ke arah Gunungsari yang beraspal mulus. Namun ada informasi akan ada perbaikan jalan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen pada tahun anggaran 2007.

Riwayat Desa Logandu sebelum menjadi desa sendiri dulunya merupakan satu wilayah desa dengan Desa Kebakalan. Menurut cerita sesepuh di Desa Logandu, dulu kala desa ini tidak aman karena banyaknya terjadi kejahatan perampokan (begal/kecu), untuk itu masyarakat desa meminta bantuan kepada Mbah Kepadangan tokoh yang bagi warga di desa Clapar dipercaya adalah pahlawan Untung Surapati. Untuk mengamankan desa Logandu, Mbah Kepadangan mengutus cucunya yang bernama Mbah Suradiwangsa. Dengan kesaktiannya Mbah Suradiwangsa mampu mengalahkan keganasan Begal/kecu yang mengganggu desa. Akhirnya Mbah Suradiwangsa tinggal di Logandu sampai wafatnya. Selain kedekatan dengan Desa Clapar dari Mbah Suradiwangsa yang merupakan cucu Mbah Kepadangan.

Note:

Untuk sementara Riwayat Desa ini saya ambil dari Versi Nara Sumber yang lain karena versi aslinya belum saya dapatkan.Cepat atau lambat Riwayat Desa Logandu yang Versi Aslinya moga di temukan.

Adat dan Budaya

Dalam bidang seni dan budaya, masyarakat Desa Logandu masih banyak yang menjaga kelestarian seni tradisi. Ada beberapa kelompok kesenian tradisional yang masih aktif diantaranya Kuda Lumping, Lengger, dan Wayang Orang yang lebih banyak mengambil kisah-kisah Panji. Selain itu ada pula kesenian Rebana dan Janeng yang bernafaskan agama Islam.
Adat istiadat yang masih dilakukan masyarakat Desa Logandu adalah berjiarah di 3 lokasi petilasan Mbah Suradiwangsa, tokoh yang berpengaruh pada masa lampu di desa ini. Jiarah yang masih dilakukan dengan berdoa dan membakar kemenyan dilakukan bilamana penduduk akan melaksanakan hajat/peristiwa penting dalam keluarganya (menikah/sunatan/panen

Tangga Semen Menuju Makam Mbah Suradiwangsa

Tangga Semen Menuju Makam Mbah Suradiwangsa

Tangga semen menuju lokasi makam leluhur Mbah Suradiwangsa Ketiga tempat tersebut adalah Pecucen (2 tempat) yakni tempat yang dulu digunakan beristirahat Mbah Suradiwangsa berupa batu besar dan tempat memandikan/mensucikan jenasahnya yang sudah dibangun permanen. Lokasinya terletak di belakang Balai Desa Logandu.

Pintu Gerbang menuju Makam Mbah Suradiwangsa

Pintu Gerbang menuju Makam Mbah Suradiwangsa

Sedangkan satu tempat lagi adalah Makam Mbah Suradiwangsa yang di sekitarnya sekarang juga dipergunakan sebagai pemakaman umum.

Inilah keadaan di dalam makam.Tiap peziarah selalu membakar kemenyan disini.Yang anda lihat di depan nisan adalah kemenyan

Inilah keadaan di dalam makam.Tiap peziarah selalu membakar kemenyan disini.Yang anda lihat di depan nisan adalah kemenyan

Sayangnya lokasi rumah tempat tinggal Mbah Suradiwangsa saat ini sudah menjadi lahan sawah. Meskipun di beberapa lokasi masih terdapat sisa-sisa peninggalannya berupa batu asah (untuk mengasah senjata/arit).
PERTABATAN.

Batu besar konon dulu tempat beristirahat Mbah SuradiwangsaPada bulan Jawa Syura, masih dilakukan ritual penyembelihan 2 ekor kambing untuk keselamatan desa. Kepala kambingnya dikubur di ujung timur dan barat desa. Namun hal ini sekarang hanya dilakukan oleh pamong dan sesepuh desa saja, kalaupun ada keterlibatan warga hanya dalam segi pendanaan itupun jarang terjadi. Setiap 4 bulan sekali masyarakat Desa Logandu melakukan bersih makam yang dilakukan bersama-sama.
PECUCEN. Tempat memandikan jenazah Mbah SuradiwangsaDi Logandu juga masih terdapat adat yang masih dilakukan berhubungan dengan hutan/tanaman. Bilamana penduduk akan menebang pohon besar (mahoni, jati, sana keling), pemilik pohon memohon doa agar terlepas dari bahaya dengan berdoa di tiap pohon yang akan ditebang dengan membakar kemenyan. Ada juga hari tertentu yang tidak diperkenankan menebang pohon, hal ini khusus untuk wilayah dusun Kuripan.

 Sejarah ringkas desa Logandu. buat Warga Desa Logandu apabila penulis terdapat salah-salah kata atau kurang pas mohon di maklumkan.
 
SUWUN
 

10 thoughts on “DESA LOGANDU KARANGGAYAM KEBUMEN

  1. ∂Ï komplitin mas bro biar para pengunjung blog ini tau asal usul dan keindahan serta keunikan desa kita ini, terutama para generasi penerus ŷăŃĢ mungkin minim pengetahuan dgn desanya.
    Suwun

  2. Mksih sdh ekspos desaku,, tentang sejarah desa dan info tentang Logandu bisa buka : Desa Logandu (mardiadi Logandu)

Minta saran dan komentarnya dong....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s