BERITA DARI SUDUT DESA KARANGGAYAM KEBUMEN

BERITA DARI SUDUT DESA KARANGGAYAM

SUARA KEDU
Jiwa Terganggu, Turisno Seorang ALUMNI SMP KARANGGAYAM Dikerangkeng

SUKAR (65) kerap menangis jika melihat kondisi anaknya. Bagaimana tidak, Turisno (28) yang digadang-gadang menjadi kebanggaan keluarga justru mengalami gangguan jiwa saat beranjak dewasa. Keluarga tak tahu persis, apa penyebab sehingga ragil dari dua bersaudara itu hilang kewarasannya.

Perilakunya pun membuat tetangga dan warga desa takut. Sebab, dia terkadang melempari sepeda motor yang lewat dengan batu atau mengambil pakaian di jemuran lalu dibuang. Tidak hanya itu, dia kerap pergi dari rumah. Pernah dia pergi sampai 10 hari sampai ke Petanahan, Kretek di perbatasan  Banyumas.

“Orang-orang tidak meminta ganti rugi, karena mereka tahu anak saya tidak waras. Lagi pula kalau mereka minta ganti rugi saya sudah tidak punya uang untuk mengganti barang yang dirusaknya,” tutur Sukar saat ditemui Suara Merdeka di rumahnya di Dusun Prapatan, Desa Penimbun,  Karanggayam, Kebumen, Jumat (20/4).

Agar tidak meresahkan masyarakat, dan demi keselamatannya, Sukar bersama suaminya Atmorejo (70) terpaksa memasukkan Risno, sapaan akrab anaknya itu ke dalam  kerangkeng. Sudah tiga bulan, Risno hidup dalam kerangkeng besi di rumah orang tuanya. Seluruh kegiatan mulai tidur, makan, mandi hingga buang air kecil dan besar dilakukan di kurungan seluas 2×2 meter. Kerangkeng itu diletakkan di bagian belakang rumah bersebelahan dengan kandang sapi.

Menurut  Sukar, saat masih sekolah di SMPN Karanggayam, Risno sehat seperti remaja lain. Begitu juga saat setahun bekerja di rumah dia juga masih sehat. Gejala gangguan jiwa baru terlihat setelah dua tahun bekerja di salah satu rumah makan di Karanganyar. Bicaranya sering ngelantur dan bersikap aneh. 

Menjual Sapi

Untuk membuatkan kerangkeng Sukar  menjual  sapi Rp 4 juta. Uang sisa penjualan sapi tersebut untuk memberi makan Turisno sehari-hari. Kasus seperti yang dialami Risno memang cukup banyak. Bagaimana tidak, hingga Desember 2011 tercatat sekitar 946 penduduk Kebumen mengalami gangguan jiwa mulai dari tingkat ringan hingga berat. 

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas 1 Karanggayam, H Agus Kuntono, pihaknya telah melaporkan kondisi Risno kepada  Dinas Kesehatan Kebumen. Dari informasi yang diperoleh, pasien akan dirujuk ke  RSJ Magelang dan mendapat pengobatan gratis dengan fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). 
 “Selama ini Puskesmas I Karanggayam mengirim lima pasien gangguan jiwa,” ujar Agus Kuntono didampingi Kepala Desa Penimbun, Sakirin.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kebumen, dr H Pudjo Trimakno. Pihaknya telah berkoordinasi dengan RSJ Magelang. Adapun pengiriman Turisno tinggal tunggu waktu saja. Terkait kasus pemasungan, Pudjo mengatakan butuh kepedulian dari seluruh pihak untuk mengatasinya.

“Kami mengerahkan petugas ke desa-desa dengan menggandeng TKSK dan Karang Taruna untuk memantau jika ada pasien yang dipasung di wilayahnya,” kata mantan Kepala Puskesmas I Karanggayam itu.(Supriyanto-28)

One thought on “BERITA DARI SUDUT DESA KARANGGAYAM KEBUMEN

Minta saran dan komentarnya dong....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s