LEGENDA DAN SEJARAH DESA KAJORAN KEC KARANGGAYAM KEBUMEN

Legenda dan Sejarah Desa Kajoran Kec Karanggayam

 
 
 
Kelurahan/Desa Desa
Nama Kelurahan/Desa Kajoran
Kode Wilayah Kelurahan/Desa 33.05.21.2002
Nama Kecamatan Karanggayam
Kabupaten/Kota Kabupaten
Nama Kabupaten/Kota Kebumen
Propinsi Jawa Tengah
Pada jaman dahulu kala Desa ini namanya Desa JurangJero yang dikelilingi oleh pegunungan kecil, lalu datanglah seseorang yang pintar dan sakti yaitu Mbah Agung dari Jogjakarta. Mbah Donosari atau dikenal Mbah Agung atau Mbah Lugu beliau dikenal sebagai orang yang arif, bijak dan disegani oleh masyarakat Desa Kajoran.
Mbah agung datang ke Desa Jurangjero karena suatu peristiwa yaitu Mbah Agung bermasalah dengan adiknya. Mbah agung adalah anak dari Surya Diningrat adiknya bernama Surya Negara. Mbah Agung disuruh mandi keramas dan minum air degan ijo (kelapa muda hijau) tetapi sudah diminum oleh adiknya. Mbah Agung adu kesaktian dengan adiknya lalu larilah beliau ke Desa Jurangjero karena untuk mencari kesaktian lagi (bertapa). Sebelum pergi ke Desa Jurangjero Mbah Agung berkata kepada adiknya “Runtemurun 7 (pitu) tedap 8 (wolu) yang jadi Ratu adalah Anakku” lalu pergilah ke Desa Jurangjero dan setelah lama di Desa Jurangjero Mbah Agung memperistri seorang wanita dari Desa Jurangjero sebagai selir, istri pertama yang dari Jogjakarta sedang mengandung dan adiknya Mbah Agung yang di Jogjakarta pun sudah beristri dan sama-sama sedang mengandung juga kemudian lahirlah anak Mbah Agung yang berasal dari Desa Jurang Jero seorang Putra tetapi namanya tidak diketahui, Istri dari adiknya Mbah Agung yang di Jogjakarta juga akan melahirkan tetapi mengalami kesulitan kemudian adik dari Mbah Agung pergi ke Desa Jurangjero menjemput Mbah Agung untuk membantu persalinan istrinya agar dapat melahirkan. Mbah Agung menyuruh seorang “Mbah Perempuan” sakti yang dalam sekejap saja bisa sampai di Jogjakarata, mbah perempuan tersebut disuruh Mbah Agung untuk membawa anak dari Mbah Agung untuk ditukarkan dengan bayi dari anak adiknya sehingga anak dari Mbah Agung berada di Jogjakarta dan anak dari adik Mbah Agung berada di Desa Jurang Jero.

Setelah Mbah Agung meninggal dunia dan dimakamkan di Pesarean Gede yang letaknya diantara Dukuh Kewao desa Kajoran dan Desa Karangtengah. Makam Mbah Agung oleh warga masyarakat sampai saat ini masih dieramatkan bahkan pada bulan-bulan tertentu banyak pendatang yang berziarah dan bermeditasi.

Semula Desa ini dinamakan desa Jurangjero dan Sejak berdirinya Masjid Kajoran pada tahun 1819 Desa Jurangjero diubah menjadi Desa Kajoran. Sebelum desa Jurangjero diubah menjadi Desa Kajoran datanglah seorang muslim yaitu Sunan Kalijaga untuk mengajarkan agama islam karena belum adanya tempat mengaji/beribadah maka Sunan Kalijaga membuat Suro/Masjid diDesa Jurangjero yang letaknya di Dukuh Kemojing namun sebelum masjid jadi sunan Kalijaga pulag ke Demak karena di Demak juga sedang membuat Masjid sesampainya di Demak disana ada sunan Giri, sunan Ampel dan Sunan Kalijaga pun ikut membantu membuat Masjid lau ditanyalah Sunan kalijaga oleh Sunan Giri sebagai berikut :

Sunan Giri : Dari mana Sunan Kalijaga ?
Sunan kalijaga : Dari Jurangjero
Sunan Giri : Ngapain disana ?
Sunan Kalijaga : Membuat Masjid…”
Sunan Giri : Jorjoran banget sih, orang disini belum jadi ko membuat disana” 

Kemudian Sunan Kalijaga diberi kayu/lakar untuk dipahat namun pada waktu mengkapak kayu tersebut mengenai kepala “Orong-orong” (anjing tanah) sehingga putuslah kepalanya kemudian disambnglah kepala orong-orong tersebut dengan tatal kayu (pecahan kayu jati yang dipahat) sehingga menyatu dan orong-orong tersebut hidup kembali.

Setelah Masjid Demak tersebut jadi daerah tersebut diberi nama Desa Jorjoran oleh Sunan Giri yang kemudian oleh Sunan Kalijaga namanya disempurnakan menjadi Desa Kajoran sampai dengan sekarang setelah itu Sunan Kalijaga kembali ke Desa Jurangjero dan setelah itu Sunan Kalijaga memerintahkan/ memasrahkan kepada anaknya untuk mengajarkan ajaran-ajaran agama islam diMasjid Kajoran kemudian Sunan Kalijaga kembali lagi ke Demak.

Orang-orang yang meneruskan mengajarkan agama islam yaitu :
1. KH. Sanmurdi
2. KH. Mad Mustar
3. KH. Mad Dalyar Dullah Ikhsan
4. KH. Santa Wijaya
Ahirnya banyak orang yang mengaji di Masjid Kajoran dan mengenal agama Islam sampai sekarang ini.

Perdes Perlindungan Anak Desa Kajoran

 
Setelah berproses Hampir selama tiga bulan, akhirnya Perdes Perlindungan Anak Desa Kajoran Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen pada tanggal 15 Mei 2012 di tetapkan dalam acara musyawarah penetapan bersama di Balai Desa Kajoran. Musyawarah penetapan bersama Perdes Perlindungan anak dihadiri oleh oleh Kepala Desa Kajoran, BPD Desa Kajoran serta di hadiri masyarakat dari unsur kewilayahan, perwakilan lembaga kemasyarakatan desa dan tokoh masyarakat. 
Sumber RPJMDes Desa Kajoran Kec Karanggayam
 
 
About these ads

One thought on “LEGENDA DAN SEJARAH DESA KAJORAN KEC KARANGGAYAM KEBUMEN

Minta saran dan komentarnya dong....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s